Wednesday, July 15, 2015

Leader dan Hukum Newton [BG-01]

Naaahh... ini tulisan yang pertama saya buat dan jadi perdana untuk diposting di sini.. yang belum tau ceritanya bisa cekidot di sini ya..

Selamat menikmati tulisannya..semoga bermanfaat..




Penggambaran tentang boss vs leader seperti ilustrasi di atas, banyak dan sering kita dapatkan di internet, dibahas dalam training dan pelatihan-pelatihan leadership. Awalnya saya pun memaknainya sebatas teori bahwa seorang leader tidak bisa memimpin dengan cara boss, yang hanya menyuruh, menginstruksi dan mendelegasi saja. Dan itu memang tidak keliru. 

Namun kali ini saya ingin berbagi, tentang bagaimana tipe pemimpin yang bekerja sebagai leader ternyata lebih efektif dalam membawa team nya maju, dibanding dengan cara kerja “boss”.
Saya teringat dengan pelajaran Fisika sewaktu di bangku sekolah, tentang hukum II Newton, yang kira-kira berbunyi demikian : “Laju perubahan kuantitas gerak suatu benda memiliki besar yang sebanding dan arah yang sama dengan gaya resultan yang bekerja pada benda”. Ketika kita menginginkan sebuah benda bergerak/melaju lebih cepat, maka Gaya (F = Force) yang bekerja pada benda tersebut harus lebih besar dan searah dengan laju yang diinginkan. Misal, ingin menggeser sebuah meja ke arah timur. Maka yang bisa kita lakukan untuk mempercepat pergerakan ini adalah dengan menambah orang (F) yang sama-sama membantu kita menggeser meja ke arah timur.

Sepadan dengan hal tersebut, di ilustrasi pertama, seorang boss, digambarkan sebagai seorang yang duduk di singgasananya, dan hanya memberikan perintah. Atasan yang seperti ini, dalam hukum Newton tidak menambah “F” yang searah dan mempercepat laju team. Keberadaan atasan yang tidak memahami kerja team, hanya duduk di tempat kerjanya, tidak mau terlibat apalagi ambil bagian dalam permasalahan team nya justru akan menambah massa, dan beban team tersebut. “F” yang diberikan oleh atasan dalam team ini arahnya justru ke bawah, dan ini bukannya mempercepat laju team, malah “memperberat”.  Team merasa harus ikut memikul beban yang dipandang bukan sebagai tanggung jawab bersama team, tidak ada rasa memiliki, karena mereka merasa ini adalah pekerjaan yang “dilempar” oleh atasannya.

Berbeda dengan ilustrasi kedua. Seorang boss, bukan hanya menjadi bagian dari team, tapi bahkan ikut ambil bagian dalam tanggungjawab yang juga dirasakan oleh anggota teamnya. Atasan seperti ini, bukan menjadi beban, tapi justru berlaku sebagai gaya (F). Sesuai hukum Newton, dengan gaya yang lebih besar, bekerja pada sebuah benda, maka pergerakan benda tersebut semakin cepat. Dengan terlibatnya atasan dalam permasalahan, tugas, dan tanggung jawab team, bukan semata-mata meringankan kerja  team secara fisik, tetapi juga memberi semangat dari dalam. Atasan yang membangun mental memiliki pekerjaan dan permasalahan yang dihadapi oleh team tersebut. Leader yang seperti inilah yang mampu menambah daya dorong bagi team, membuat team merasa “bersama” leader, merasa kuat, merasa mampu dan akhirnya timbul motivasi positif dari team tersebut.

Sebagai seorang leader, seberapa sering kita sudah terlibat, mengambil bagian, dan menjadi bagian dalam team kita? Sudahkah kita menambah gaya (F) yang memacu team kita melaju lebih cepat, atau justru dengan keberadaan kita, bertambah berat beban yang harus mereka tanggung? Gunakan prinsip hukum Newton dalam kepemimpinan kita, dan kita akan mendapatkan team yang bersama-sama melaju kencang.


Nulis...ooohh... Nulis...

Ada baeknya tulisan kali ini diawali dengan pengakuan dosa, sama diri sendiri tepatnya.. Siapa cobak yang bilang pengen nulis lagi, konsisten nge blog, dst.. dst.. Sayaa!!! Hehehe... itulah.. kesindir sama tulisan terakhir saya yang tertanggal di bulan April aja getoh. Udah sekitar 3 bulanan yah, berarti, saya ga posting apapun. Padahal mah, ide nulis itu bertebaran di mana-mana, hanya niat nulisnya sembunyi manis di kolong tempat tidur yang ga ada kolongnya, rumit kan.. iya, terlalu banyak alasan buat ga nulis.. 

Nah, kali ini, emang masih belum mau janji buat nulis secara rutin sih.. hehehe... sama juga boong yah. Tapinyah.. tapinyaahh.. mau, pengen, rencana, cita-cita.. saya mau coba posting rutin deh.. nah kok? Nyomot dari mana postingan kalo situ ga nulis kan?

Jadi gini ceritanya.. #ambil bantal lalu tidur..

Di kantor, saya sedang di-chalenge sama bos untuk membuat 1 artikel tiap minggunya. Temanya tentang leadership. Ya ampiun bookk.. suseh binggo itu chalenge yah!! Tapi dasarnya saya mau mikir positif ajah, ini mungkin Tuhan yang mau saya kembali menulis dengan rutin. 

Kalo diingetin masih suka ntar sok ntar sok, kan, mendingan dipaksa, ya to? Nah, Tuhan pake bos saya untuk "maksa" saya nulis tiap minggu kan. Mayan pusiang ternyata, nyari idenya, mulai nulisnya, apalagi nyempetin waktu buat nulis diantara setumpuk pekerjaan kantor lainnya.

Tapi lumayan manjur tuh, dengan ditarget nulis, meskipun ngasal bin ngawur, karena kehabisan ide, karena kehabisan waktu, karena kehabisan niat, #eh.. Gara-gara dipaksa itu, saya toh akhirnya bisa bikin tulisan juga. Hyihaaa..!!

Nah, itu tuh, yang mau diposting di mari. Rencananya saya mau copas aja hasil karya saya selama beberapa minggu ini, biar jadi postingan rutin gitu. Ga papa kan yah? Saya juga yang nulis to... hehehe.. takut kena urusan sama hak cipta.. karena rencananya itu tulisan mau dikumpulin dengan tulisan dari teman fasilitator lainnya buat dicari mana yang bagus dan in line untuk dijadiin buku. Nah, kalo dijadiin buku kan jadi atas nama BusinessGrowth kan yah...

Jadi, tulisan ini sekalian minta ijin, minta permisi... kalo ada yang merasa ga nyaman, ya maap maap yah.. bukan buat komersil kok di blog ini, tujuan utamanya ya cuma supaya ga sepi aja blog saya. Hehehe.. kenapa jadi mikir gini yah, padahal kan ini tulisan juga dari otak saya... hiyahahaha...

Baeklah.. hal kedua yang mau saya infoin sebelum posting saya berikutnya adalah... jeng.. jeengg.. 
Karena tulisan yang ditarget tadi untuk konsumsi bisnis jadi gaya tulisan saya bakalan sangat beda sama ike biasanya di blog ini yah.. harap maklum.. 

Biar gampang, di judul postingan nanti, saya akan tandai dengan [BG] di belakangnya buat nunjukin kalau tulisan tersebut dibuat untuk keperluan kantor. Kalo-kalo saya bisa nulis dengan gaya ike lagi biar ga bias gitu..

Semoga tulisan-tulisan yang awalnya untuk urusan kantor tadi dengan diposting di blog ini bisa "mancing" saya lebih konsisten dan rutin nulis dengan gaya ike ala blog ini. Ameenn...


Thursday, April 23, 2015

Cuma Curcol



Tidak semua hal positif yang kita niatkan, tertangkap positif di mata orang lain. Bahkan dari niat tulus yang bertujuan untuk kebaikan saja, ada banyak orang menentang dan menganggapnya buruk, ketika diaplikasikan dalam sebuah tindakan.

Tak heran lah kalau dunia ini begitu jahat. Satu kebaikan, terancam oleh begitu banyak halangan. Seperti benih yang berjuang untuk tumbuh, namun belum juga berbunga apalagi berbuah, sudah begitu banyak serangan yang ingin mematikannya. 

Kalau saya adalah benih itu, rasanya ingin menyerah pada alam, dan berhenti berusaha. Toh buahnya juga bukan buat saya. Tapi, yaahh.. saya hanya benih, yang diharapkan oleh Sang Pemilik untuk menjadi manfaat. Saya hanya punya satu pilihan, mengikuti proses dan rencana Sang Empunya. Saya tidak berhak untuk melakukan harakiri. Karna hidup saya ini sudah saya serahkan padaNya, menjadi milikNya.

Ini bukan bendera putih yang sedang saya kibarkan. Ini hanya refleksi yang bercampur dengan kegundahan. Atas rencana yang sedang dijalankan, untuk berbagi kasih, bukan justru mematikan kasih. Sambil berharap, sekelumit perenungan ini bisa membuat saya bertahan terhadap setiap serangan, terus mengusahakan pertumbuhan dengan memandang Sang Empunya, dan pada akhirnya nanti, ada banyak orang melihat kasihNya.

Fokuskan saya atas pekerjaan besar yang Kau ingin saya lakukan, ya, Pencipta. Bukan pada hal-hal yang meremukkan semangat, dan menciutkan hati. Biar kasih dan kuasaMu tetap nyata, sekalipun dunia membencinya. Dan proseslah saya supaya semakin sempurna dalam menyebarkan karyaMu, karna saya pun sadar sepenuhnya, saya bukan siapa-siapa, saya banyak dosa, dan tak kan bisa melakukan apa-apa tanpa diriMu yang bekerja di dalamnya.