Thursday, April 23, 2015

Cuma Curcol



Tidak semua hal positif yang kita niatkan, tertangkap positif di mata orang lain. Bahkan dari niat tulus yang bertujuan untuk kebaikan saja, ada banyak orang menentang dan menganggapnya buruk, ketika diaplikasikan dalam sebuah tindakan.

Tak heran lah kalau dunia ini begitu jahat. Satu kebaikan, terancam oleh begitu banyak halangan. Seperti benih yang berjuang untuk tumbuh, namun belum juga berbunga apalagi berbuah, sudah begitu banyak serangan yang ingin mematikannya. 

Kalau saya adalah benih itu, rasanya ingin menyerah pada alam, dan berhenti berusaha. Toh buahnya juga bukan buat saya. Tapi, yaahh.. saya hanya benih, yang diharapkan oleh Sang Pemilik untuk menjadi manfaat. Saya hanya punya satu pilihan, mengikuti proses dan rencana Sang Empunya. Saya tidak berhak untuk melakukan harakiri. Karna hidup saya ini sudah saya serahkan padaNya, menjadi milikNya.

Ini bukan bendera putih yang sedang saya kibarkan. Ini hanya refleksi yang bercampur dengan kegundahan. Atas rencana yang sedang dijalankan, untuk berbagi kasih, bukan justru mematikan kasih. Sambil berharap, sekelumit perenungan ini bisa membuat saya bertahan terhadap setiap serangan, terus mengusahakan pertumbuhan dengan memandang Sang Empunya, dan pada akhirnya nanti, ada banyak orang melihat kasihNya.

Fokuskan saya atas pekerjaan besar yang Kau ingin saya lakukan, ya, Pencipta. Bukan pada hal-hal yang meremukkan semangat, dan menciutkan hati. Biar kasih dan kuasaMu tetap nyata, sekalipun dunia membencinya. Dan proseslah saya supaya semakin sempurna dalam menyebarkan karyaMu, karna saya pun sadar sepenuhnya, saya bukan siapa-siapa, saya banyak dosa, dan tak kan bisa melakukan apa-apa tanpa diriMu yang bekerja di dalamnya.

No comments:

Post a Comment